Latest Movie :

METODE AL-BARQY

METODE AL-BARQY

1. Metode Al-Barqy
Di SDIT Taruna Al Qur’an metode Al Barqy merupakan metode yang paling banyak mempengaruhi keberhasilan siswa dalam kemampuannya membaca Al-Qur’an dengan baik dan cepat.
Adapun penerapan metode Al Barqy di SDIT Taruna Al-Qur’an secara global adalah sebagai berikut:
Langkah pertama: guru meminta siswa untuk menghafalkan terlebih dahulu beberapa kata kunci dalam metode Al-Barqy. Kata kunci tersebut merupakan struktur yang terdiri dari huruf-huruf hijaiyah
Contohnya: ADA RAJA – MAHA KAYA – KATA WANA – SAMA LABA. (Halaman 1-6 dalam buku Al Barqy) Guru membacakan kata-kata kunci tersebut dengan cara menyanyikannnya kemudian diikuti oleh peserta didik. Sehingga peserta didik di SDIT Taruna Al-Qur’an merasa belajar Al-Quran sangat menyenangkan dengan cara bermain, bernyayi sambil belajar.
Langkah kedua: setelah peserta didik sudah mampu menghafalkan kata-kata kunci tersebut, kemudian guru menuliskannya di papan tulis.
Contohnya : ا د ر ج م ح ك ي ك ت و ن س م ل ب
Selanjutnya guru meminta siswa untuk membacakan huruf-huruf tersebut, karena sebelumnya peserta didik sudah menghafalkan kata kunci, maka huruf-huruf hijaiyyah yang dituliskan guru mampu dibaca peserta didik dengan sangat lancar sambil menyayikannya.
Langkah ketiga : guru meminta siswa untuk menuliskan kata-kata kunci tersebut dengan huruf hijaiyah. Sebagai permulaan guru meminta siswa mengikuti contoh tulisan huruf tersebut (Halaman 1-6 dalam buku Al-Barqy) selanjutnya guru meminta siswa menutup buku Al-Barqy dan membuka lembaran baru yang kosong kemudian guru menyebutkan salah satu huruf dengan acak dan siswa menuliskannya di lembaran kosong dengan cara guru mendikte dan siswa menulis sambil menyebutkan huruf yang ditulisnya berulang kali sampai hafal.
Langkah keempat : guru meminta siswa satu persatu untuk membaca huruf-huruf tersebut dengan cara guru menunjukan huruf-huruf tersebut dengan tidak teratur. Contohnya : س ج م ح ك ا ي ك و د ن م ل ب ت ر 43
Penerapan metode Al-Barqy di SDIT Taruna Al-Quran secara spesifik dan rinci adalah sebagai berikut:
1). Fase Analitik A:
a). Guru mengucapkan kata lembaga (struktur) pada halaman 1 lajur A, yaitu : ا د ر ج (tidak boleh dieja), murid menirukan sampai hafal. Untuk lebih menarik, murid disuruh memejamkan mata, lalu mengucapkan kata lembaga dan menghafal. (Setelah ini, murid memiliki pengetahuan tersedia, dan guru tinggal mendorong saja, yang seolah-olah tanpa mengajar lagi)
b). Murid disuruh mengucapkan kata lembaga yang telah hafal tadi dan melihat papan tulis yang tersedia tulisan seperti pada halaman 1 pada buku Al Barqy (lebih baik membawa tulisan pada karton yang tinggal menempelkan pada papan tulis atau turunan dari halaman 1)
c). Ketika anak mengucapkan kata lembaga (a-da-ra-ja), maka guru menunjuk pada suku-suku kata dari kata lembaga tersebut yang telah terpampang di papan tulis.
d). Begitu berulang-ulang, kadang-kadang cepat dan kadang-kadang lambat.
2). Fase Analitik B:
a). Kata lembaga dibagi dua, yaitu a-da dan ra-ja (lihat lajur B pada Buku Al Barqy)
b). Guru menunjuk dua suku kata saja, yaitu a-da. Begitu berulang-ulang dan dibolak-balik, yaitu a-da, da-a, dan seterusnya. Begitu pula dua suku yang lain, yaitu ra-ja, ja-ra, dst.
c). Kata lembaga dibagi dalam tiap-tiap suku kata, yaitu : a, da, ra, dan ja (lihat lajur C)
d). Lajur D untuk mematangkan anak, pada bunyi tiap-tiap huruf, yaitu a-a-a, da-da-da, ra-ra-ra, ja-ja-ja.
e). Guru mengadakan evaluasi, yaitu dengan menunjuk huruf tertentu dan anak mengucapkannya.
f). Membaca huruf-huruf yang disambung dan dibolak-balik (lihat lajur E)
3). Fase Sintetik
Yaitu satu huruf (suku) digabung dengan suku yang lain, sehingga berupa suatu bacaan (lajur F).
Keterangan : Begitulah kata lembaga yang lain diperlukan.
a). Jumlah kata lembaga hanya 4 (empat), yaitu :
A-DA-RA-JA = pada halaman 1
MA-HA-KA-YA = pada halaman 2
KA-TA-WA-NA = pada halaman 5
SA-MA-LA-BA = pada halaman 6
b). Tiap dua kata lembaga diajarkan (dimana dua kata lembaga itu merupakan rangkaian kalimat untuk memudahkan menghafalkan), maka dibuat sintesa berupa bacaan (lihat halaman 3 dan 7 pada buku metode Al Barqy )
Halaman 3 diambil dari dua kata lembaga, yaitu
A-DA –RA-JA MA-HA-KA-YA
Halaman 7 diambil dari dua kata lembaga, yaitu
KA-TA-WA-NA SA-MA-LA-BA
4). Fase Penulisan
a). Murid menebali tulisan yang samar-samar, seperti ا د ر ج dengan pensil
b). Guru menunjukkan jalan pena menurut arah panah, jangan sampai terbaik.
c). Setelah dianggap baik, anak menulis dikertas lain (lihat halaman 1, 2, 5, 6, 13, 14, 17, 18 pada lajur J dan halaman 4, 8, 16, 20 pada lajur B, D, F, H)
d). Pada lajur J dikenalkan beberapa variasi bentuk huruf.
ححح – ممم – ععع
5). Fase Pengenalan Bunyi a – i – u (fathah, kasroh, dhommah)
Di SDIT Taruna Al-Quran dalam mengenalkan bunyi dan tanda-tanda tersebut melalui tiga tahap, yaitu :
Tahap Pertama :
adaraja – mahakaya – katawana – samalaba
idiriji – mihikiyi – kitiwini – similibi
uduruju – muhukuyu – kutuwunu – sumulubu
Tahap Kedua :
adaraja – idiriji – uduruju
Tahap Ketiga :
a – i – u ; da – di – du; ja – ji – ju dan seterusnya (lihat halaman 9)
6). Fase Pemindahan
Di SDIT Taruna Al-Quran Untuk memudahkan pengenalan bunyi Arab yang sulit, maka didekatkan dengan bunyi-bunyi bahasa Indonesia yang berdekatan. Yaitu ditulis diatas bunyi huruf bahasa Indonesia, misal د , maka dibawahnya ditulis ذ, dan diatas ditulis س dibawahnya ditulis ش dengan anak panah menurun (lihat halaman 13, 14, 17, 18 pada lajur A dan B).


7). Fase Pengenalan Tanwin
Di SDIT Taruna Al-Qur’an dalam mengenalkan huruf-huruf Tanwin guru menggunakan istilah akhiran N untuk mempermudah siswa memahami. Harakat ganda berbunyi n atau menggunakan istilah akhiran N (tanwin). Perlu diingatkan, bahwa tanwin itu hanya ada pada suku terakhir dari kata. Jadi tak ada yang diawali atau ditengah (halaman 11, 12, dan 21)
8). Fase Pengenalan Mad (bacaan panjang)
Di SDIT Taruna Al-Qur’an Pada pengenalan Mad didahulukan sebelum sukun. Ia harus dimatangkan terlebih dahulu sebelum sukun dan syaddah. Untuk sementara agar memudahkan anak, diatas bacaan panjang diberi tanda (**) dan tanda pendek diberi tanda (*).
Dalam latihan atau pekerjaan rumah, anak disuruh memberi tanda bacaan tersebut pada kalimat atau ayat. Jika benar, berarti anak sudah mengerti, mana yang harus dibaca panjang dan mana yang harus dibaca pendek (halaman 24, 25 dan 28).
9). Fase Pengenalan Sukun
Di SDIT Taruna Al-Qur’an dalam mengenalkan sukun guru memberikan contoh dengan cara melaui logika titian unta. Kemudian siswa SDIT Taruna Al-Quran mengikutinya. Sebagaimana pada halaman 29, 30, 34, 35 pada buku Al Barqy.
Cara mengenalkan sukun dengan membuat titian unta, yaitu :
SA-BA berubah menjadi SA+B=SAB
(halaman 29, 30 dan 34, 35) pada halaman 33 dibuat latihan membaca untuk mefasihkan tiap huruf (drill). Dapat dilagukan seperti membaca Al Quran (halaman 36 dan 37).
10). Fase Pengenalan Syaddah
Di SDIT Taruna Al-Qur’an dalam mengenalkan syaddah guru memberikan contoh. Kemudian siswa SDIT Taruna Al-Quran mengikutinya. Sebagaimana pada halaman 41 pada buku Al Barqy.
Untuk mempermudah siswa dibuat titian unta seperti pada sukun
Contohnya : MA+S+SA=MASSA
11). Fase Pengenalan Nama Huruf
Di SDIT Taruna Al-Qur’an Nama-nama huruf dikenalkan. Cara mengenalkan atau membaca nama huruf harus dengan al. Jadi al-ba’ bukan hanya ba’, al-jim. Hal ini untuk segera dapat membedakan mana yang Qomariyyah dan mana yang Syamsiyyah (halaman 46). Pada halaman 47 dan 48 dibuat latihan.
12). Fase Pengenalan Qashidah Huruf Hijaiyyah
Di SDIT Taruna Al-Qur’an dalam mengenalkan Qashidah huruf-huruf hijaiyah. guru memberikan contoh. Kemudian siswa SDIT Taruna Al-Quran mengikutinya. Sebagaimana pada halaman 51 pada buku Al Barqy. Dibaca dengan lagu hingga anak mudah menghafal.
13). Fase Pengenalan Huruf yang tidak dibaca atau dilewati
Di SDIT Taruna Al-Qur’an dalam mengenalkan tidak dibaca guru memberikan contoh. Kemudian siswa SDIT Taruna Al-Quran mengikutinya. Sebagaimana pada halaman 50 pada buku Al Barqy.
Huruf yang tidak mendapat tanda aksi (harakat) tidak dibaca.
Biasanya : ا – ل – و – ي
14). Fase Pengenalan Bacaan yang Musykil
Di SDIT Taruna Al-Qur’an dalam mengenalkan bacaan yang musykil guru memberikan contoh bacaan yang musykil. Kemudian siswa SDIT Taruna Al-Quran mengikutinya. Sebagaimana pada halaman 52 pada buku Al Barqy.
15). Fase Pengenalan Huruf-huruf Putus
Di SDIT Taruna Al-Qur’an dalam mengenalkan huruf-huruf putus guru memberikan contoh tulisan cara memutus huruf. Kemudian siswa SDIT Taruna Al-Quran mengikutinya. Sebagaimana pada halaman 53 pada buku Al Barqy.
16). Fase Pengenalan Waqaf
Di SDIT Taruna Al-Qur’an dalam mengenalkan tanda-tanda wakof guru memberikan menuliskan dan memberikan contoh sebagaimana pada halaman 54 buku Al-Barqy.
17). Fase Pengenalan Tajwid Sederhana (halaman 55)
Di SDIT Taruna Al-Quran guru menggunakan simbol-simbol tajwid dengan praktis sebagaimana yang terdapat dalam buku Al-Barqy halaman 55.
18). Fase Pengenalan Menyambung
Di SDIT Taruna Al-Qur’an dalam mengenalkan huruf sambung guru memberikan contoh tulisan cara menyambung huruf. Kemudian siswa SDIT Taruna Al-Quran mengikutinya.
Untuk dapat menyambung, hanya diperlukan menghafal 5 kunci menulis (halaman 60). Sedangkan teknik penyambungan lihat halaman 61.
19). Fase Pengenalan Bentuk Tulisan Hamzah, (halaman 62)
Share this article :

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
| Herba Nusantara
Copyright © 2011. KB-TK MUJAHIDIN SURABAYA - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Re Design by Bayu Radix Sukses
Proudly powered by Blogger